Menu

Mode Gelap
AHY Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Kepala Bappilu Demokrat: Lingkungan Bersih adalah Magnet Investasi Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

Ekonomi

Pemkab Pacitan Lindungi 1.742 Petani Penderes Kelapa dan Aren dengan BPJS Ketenagakerjaan

badge-check


 Pemkab Pacitan Lindungi 1.742 Petani Penderes Kelapa dan Aren dengan BPJS Ketenagakerjaan Perbesar

PACITAN – Di bawah kepemimpinan Bupati Indrata Nur Bayuaji, Pemkab Pacitan memperlihatkan perhatian nyata terhadap perlindungan keselamatan kerja bagi para pekerja berisiko tinggi. Salah satu program yang diimplementasikan adalah pemberian jaminan BPJS Ketenagakerjaan untuk petani penderes kelapa dan aren.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan, Sugeng Santoso, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sebanyak 1.742 petani penderes telah menerima jaminan BPJS Ketenagakerjaan. Program ini didanai melalui anggaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dengan masa pertanggungan yang mulai berlaku sejak September 2024.

“Insha Allah, program ini akan terus berlanjut hingga tahun 2025,” ujar Sugeng pada Rabu (6/11).

Ia menambahkan bahwa tujuan program ini adalah untuk memberikan kepastian jaminan perlindungan bagi para petani penderes, yang sehari-hari berisiko tinggi dalam menjalankan aktivitasnya menderes pohon kelapa dan aren.

Sugeng menjelaskan bahwa penderes adalah pekerja yang menghadapi risiko besar karena mereka harus memanjat pohon kelapa dan aren pada pagi dan sore hari untuk mengumpulkan nira, bahan dasar pembuatan gula kelapa dan gula aren.

“Dengan adanya jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan, diharapkan mereka dan keluarganya bisa lebih tenang dalam menjalankan aktivitas perekonomian,” jelasnya.

Pemkab Pacitan juga memberikan perlindungan serupa bagi petani tembakau melalui anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di dinas tersebut.

Sugeng menyebutkan, Pemkab bahkan telah menyalurkan klaim BPJS Ketenagakerjaan kepada keluarga petani tembakau yang meninggal dunia, seperti almarhum Jumani, petani asal Desa Wonoanti, Kecamatan Tulakan.

Program ini menjadi bukti komitmen Pemkab Pacitan dalam memberikan perlindungan dan perhatian khusus kepada pekerja berisiko tinggi yang menjadi bagian penting dari perekonomian daerah.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi

29 Juni 2026 - 18:56 WIB

Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah

29 Juni 2026 - 18:49 WIB

Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

26 Juni 2026 - 19:40 WIB

Dua SPPG di Pacitan Masih Disuspend, Tunggu Verifikasi Pusat

26 Juni 2026 - 19:38 WIB

Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon

17 Maret 2026 - 14:18 WIB

Trending di Ekonomi