Menu

Mode Gelap
Bendahara Desa Klesem Jadi Atensi Polisi, Kapolres Pacitan Kumpulkan 30 Kades Pura-pura Dibegal, Warga Arjosari Pacitan Ternyata Gadaikan Motor Setelah Kalah Slot Lima ODGJ di Pacitan Direhabilitasi, Kapolres Turun Langsung Lepas Pasung Karmin Sepanjang 2025, Damkar Satpol PP Pacitan Tangani Puluhan Kebakaran dan Ratusan Evakuasi Unik Wisata Sungai Maron Kian Hijau, PLN Nusantara Power Hadirkan Energi Bersih dan Pemberdayaan Warga Setelah Bertahun-tahun Dipasung, Karmin Pacitan Akhirnya Dapat Rehabilitasi

Pariwisata

Pembangunan Pancer Dorr Pacitan, Dinilai Ganggu Habitat Penyu

badge-check


 Pembangunan Pancer Dorr Pacitan, Dinilai Ganggu Habitat Penyu Perbesar

Pacitan – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan komunitas Sahabat Penyu selaku pengelola Konservasi Penyu Pancer Dorr, mempertanyakan pembangunan kawasan wisata yang dinilai semakin mengancam habitat penyu di sepanjang pesisir Pancer Dorr, Pacitan.

Sejumlah pegiat lingkungan mendatangi kantor Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Pacitan pada Selasa (6/5/2025) pagi. Mereka menyampaikan keresahan atas pesatnya pembangunan yang tidak mempertimbangkan keberadaan kawasan konservasi penyu.

Menurut Cuboh Hambers, salah satu pengelola konservasi, pada bulan April hingga Mei biasanya menjadi musim puncak penyu bertelur. Namun tahun ini jumlahnya menurun drastis.

“Turun drastis khususnya di bulan April, karena pembangunan yang semakin pesat, serta banyaknya lampu di area Pancer Dorr yang menyala selama 24 jam,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti keberadaan lampu sorot dan highmast yang dinilai tidak efektif serta mengganggu habitat penyu. “Highmast itu ujung-ujungnya hanya menyinari pesisir. Itu yang membuat kami keberatan,” tegas Cuboh.

Sementara itu, Kristanto, pegiat lingkungan lainnya, menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak pembangunan kawasan wisata, namun menuntut agar pembangunan memperhatikan keberlangsungan ekosistem.

“Kami tidak pernah menghalangi pembangunan. Tapi kami ingin penataan kawasan Pancer seiring sejalan dengan upaya pelestarian. Wisata tidak harus selalu mewah atau dipenuhi tembok. Banyak wisatawan justru mencari suasana desa yang alami,” katanya.

Konservasi Penyu di kawasan Pancer Dorr diresmikan pada Agustus 2021, dan pengelolaannya diserahkan oleh Bupati Pacitan kepada komunitas setempat. Kawasan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian penyu yang merupakan isu konservasi global.

Menanggapi hal ini, Kepala Disparbudpora Pacitan, Turmudzi, menyatakan akan mengevaluasi pengaturan pencahayaan di kawasan tersebut. “Lampu-lampu di sana sebenarnya sudah menggunakan sistem timer. Namun akan kami evaluasi lagi terkait waktu penyalaan dan pemadaman,” ujarnya. (not)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wisata Sungai Maron Kian Hijau, PLN Nusantara Power Hadirkan Energi Bersih dan Pemberdayaan Warga

15 Januari 2026 - 11:10 WIB

Gotong Royong Nelayan Pacitan Pertahankan Tradisi Tangkap Ikan Eretan

10 Januari 2026 - 19:42 WIB

Libur Nataru, Kunjungan Wisatawan ke Pacitan Tembus 174 Ribu Orang

7 Januari 2026 - 20:16 WIB

Gubernur Jatim dan Kaka Slank Tanam Mangrove, Resmikan Pusdiklat PRBBK di Watumejo Pacitan

23 Desember 2025 - 09:03 WIB

Paranet Semrawut di Pantai Klayar, Pemkab Pacitan Mulai Lakukan Penataan

30 November 2025 - 20:44 WIB

Trending di Pariwisata