LENSA PACITAN- keindahan Pantai Klayar yang menjadi salah satu ikon pariwisata Pacitan mulai terganggu oleh maraknya pemasangan paranet di sepanjang kawasan pantai. Paranet yang dipasang para pedagang sebagai peneduh bagi wisatawan justru menutup panorama pantai, termasuk ikon batu karang mirip Sphinx dan fenomena “seruling samudra” yang menjadi daya tarik utama.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Pacitan, Muniirul Ichwan, menegaskan bahwa penataan kawasan wisata mutlak diperlukan agar kenyamanan pengunjung tetap terjaga.
“Pantai yang tertata itu bukan cuma enak dilihat, tapi juga bikin wisatawan ingin balik lagi,” ujar Muniirul, Minggu (30/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa seluruh paranet dan lapak pedagang yang berada terlalu dekat dengan bibir pantai akan direlokasi pada akhir November 2025 ke lokasi yang telah disiapkan. Saat ini, pemerintah daerah tengah melakukan sosialisasi kepada para pedagang untuk memastikan proses penataan berjalan tanpa gesekan.
“Proses sosialisasi sudah berjalan. Pelan-pelan kita komunikasikan agar semuanya berjalan baik, pedagang tetap nyaman, pengunjung juga tetap terlayani,” jelasnya.
Penataan ulang ini sendiri telah melalui kesepakatan bersama para pedagang dalam pertemuan dua pekan sebelumnya. Para pelaku usaha memahami bahwa kawasan yang tertata tidak hanya memperindah pantai, tetapi juga berdampak langsung terhadap kenyamanan wisatawan dan potensi ekonomi mereka.
Saat ini, deretan paranet yang menjamur di sepanjang garis pantai membuat kawasan tampak semrawut. Ikon batu karang Klayar yang biasanya dapat terlihat dari kejauhan kini tertutup bayang-bayang paranet, sehingga mengurangi nilai estetika panorama pantai. Sejumlah pengunjung bahkan mengeluhkan berkurangnya spot foto dan terganggunya pemandangan alam yang menjadi ciri khas Klayar.
Dengan rencana relokasi yang tengah disiapkan, Pemkab Pacitan berharap wajah Pantai Klayar kembali tertata dan keindahan alamnya dapat dinikmati secara maksimal oleh wisatawan. Penataan juga diharapkan mampu meningkatkan citra pariwisata Pacitan sebagai destinasi unggulan di Jawa Timur.(Not)





















