Menu

Mode Gelap
AHY Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Kepala Bappilu Demokrat: Lingkungan Bersih adalah Magnet Investasi Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

Ekonomi

Pabrik Es Portable Beroperasi, Nelayan Ngadirojo Dapat Akses Es Berkualitas

badge-check


 Pabrik Es Portable Beroperasi, Nelayan Ngadirojo Dapat Akses Es Berkualitas Perbesar

Ngadirojo, lensapacitan.com – Kabar baik bagi nelayan Pacitan. Kini mereka tidak lagi harus membeli es dari luar daerah seperti Panggul Trenggalek, Ponorogo, atau Solo. Pabrik es portabel berkapasitas satu ton resmi beroperasi di Desa Ngadirojo, Kecamatan Ngadirojo.

Peresmian ini berlangsung pada Sabtu (23/12), bersamaan dengan sosialisasi sistem rantai dingin yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP).

Pabrik es tersebut dibangun untuk mendukung keberlanjutan rantai dingin pada produk perikanan, guna menjaga kualitas dan nilai tambah hasil tangkapan nelayan hingga proses distribusi. Kehadiran fasilitas ini membawa angin segar bagi sektor perikanan Pacitan, terutama dalam menekan biaya operasional nelayan.

“Dengan adanya pabrik es portabel ini, kebutuhan es nelayan dan pelaku usaha perikanan dapat terpenuhi tanpa harus mendatangkan dari luar. Ini sangat membantu mempertahankan kualitas produk perikanan di Pacitan,” ujar Bambang Marhaendrawan, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan.

Sebelumnya, nelayan harus membeli es dengan harga Rp26.000 untuk 50 kilogram dari daerah lain. Kini, harga es jauh lebih terjangkau, yakni hanya Rp4.000 per 10 kilogram. Meski masih dalam kategori kecil, pabrik es ini mampu memproduksi 3-5 ton setiap tiga hari.

Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Produk Perikanan, Wahyono, pabrik ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan es bagi nelayan lokal, sehingga kualitas produk perikanan tetap terjaga hingga sampai ke konsumen. “Sistem rantai dingin sangat penting untuk menjaga mutu produk, sekaligus meningkatkan daya saing perikanan kita,” jelasnya.

Selain meresmikan pabrik es, acara tersebut juga diisi dengan edukasi kepada pelaku usaha perikanan tentang pentingnya menjaga suhu selama proses penanganan hasil perikanan. Hal ini bertujuan untuk mencegah kerusakan akibat pertumbuhan mikroorganisme, sehingga produk tetap segar dan bernilai tinggi.

Dengan beroperasinya pabrik es ini, sektor perikanan di Pacitan diharapkan semakin modern dan kompetitif, sekaligus memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat pesisir. (not)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi

29 Juni 2026 - 18:56 WIB

Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah

29 Juni 2026 - 18:49 WIB

Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

26 Juni 2026 - 19:40 WIB

Dua SPPG di Pacitan Masih Disuspend, Tunggu Verifikasi Pusat

26 Juni 2026 - 19:38 WIB

Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon

17 Maret 2026 - 14:18 WIB

Trending di Ekonomi