Menu

Mode Gelap
Tulang Kerangka Manusia Ditemukan di Gunung Jinem, Diduga Warga yang Hilang 5 Bulan Lalu Pemkab Pacitan Terapkan Labelisasi Rumah Penerima Bansos, Ini Tujuannya Hujan Deras dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Hambat Lalu Lintas Pacitan–Ponorogo Kasus Korupsi Dana Desa di Pacitan Mengemuka, Polres Pacitan Akan Buka Bukaan Di Februari 2026 Gudang Serbuk Kayu di Pabrik Kayu Lapis Donorojo Pacitan Terbakar Fokus Lihat Google Maps, Kofifah Tabrak Innova di Perempatan Plelen Pacitan

Ekonomi

Memanfaatkan Limbah Tempurung Kelapa, Warga Kebonagung Ciptakan Perabot Rumah Tangga

badge-check


 Memanfaatkan Limbah Tempurung Kelapa, Warga Kebonagung Ciptakan Perabot Rumah Tangga Perbesar

Kebonagung – lensapacitan.com, Berawal dari keprihatinan melihat banyaknya limbah tempurung kelapa yang terbuang percuma, Supriadi (40), warga Dusun Salamrejo, Desa Kebonagung, Pacitan, menyulap material tersebut menjadi kerajinan tangan bernilai tinggi. Berbekal alat sederhana seperti gergaji, bor, dan amplas, Supriadi berhasil menghasilkan berbagai perabot rumah tangga, mulai dari urus, centong, hingga mangkok.

Di pekarangan rumahnya yang juga difungsikan sebagai bengkel, Supriadi terlihat sibuk menyelesaikan pesanan mangkok dari sebuah warung makan soto di Pacitan. Proses pembuatannya cukup teliti, dimulai dari membersihkan serabut kelapa di sekitar tempurung menggunakan gerinda, kemudian memotong dan merapikan hingga menyerupai mangkok.

Untuk bagian bawah, Supriadi menambahkan tatakan yang juga terbuat dari tempurung kelapa. Seluruh bagian mangkok direkatkan menggunakan lem, tanpa bahan kimia tambahan, untuk memastikan aman digunakan sebagai wadah makanan matang.

Menurut Supriadi, pesanan mulai berdatangan sejak ia rajin mengunggah foto produknya di media sosial. “Pesanan biasanya dari warung makan. Sekali pesan rata-rata 50 hingga 100 mangkok,” jelasnya. Mangkok buatannya dijual dengan harga terjangkau, hanya Rp10 ribu per buah.

Produksi mangkok tempurung kelapa ini tidak hanya mendatangkan penghasilan tambahan bagi Supriadi yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang sayur, tetapi juga membantu mengurangi limbah tempurung kelapa yang banyak ditemukan di Pacitan. Dalam sehari, Supriadi mampu memproduksi 15 hingga 20 mangkok.

Keuletan dan kreativitas Supriadi dalam memanfaatkan limbah tempurung kelapa ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomis, tetapi juga menunjukkan potensi besar kerajinan tangan berbasis bahan alami yang ramah lingkungan. (not)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menjelang Nataru Dan Dampak MBG Harga Telur di Pacitan Meroket Hingga Rp30 Ribu per Kilogram 

11 Desember 2025 - 14:38 WIB

Harga Cabai di Pacitan Melejit Dua Kali Lipat, Pedagang dan Warga Menjerit

3 Desember 2025 - 19:31 WIB

25 Ribu Warga Pacitan Dicoret dari BLTS Kesra, Verifikasi Dilakukan di Tingkat Desa

30 November 2025 - 15:14 WIB

Program MBG Buka Lapangan Kerja, Warga Pacitan Kini Punya Pekerjaan Tetap

27 November 2025 - 21:23 WIB

Keluhan Nelayan Dipenuhi, Pengerukan Sedimentasi di Pelabuhan Tamperan Resmi Dimulai

24 November 2025 - 19:48 WIB

Trending di Ekonomi