Menu

Mode Gelap
Pelaku Percobaan Pencurian di Arjosari Pukul Korban, Kabur ke Perbukitan Diduga Ngantuk, Avanza Tabrak Motor lalu Terjun ke Sungai di Arjosari Adik Tewas Kecelakaan Karena dikejar Polisi, Akad Nikah di Ruang Jenazah RSUD Pacitan. Polisi Jadi Korban, Pemuda 22 Tahun Tersangka Bentrok Rontek Gugah Sahur di Pacitan Dikejar Polisi, Pemuda Asal Brebes Tewas Kecelakaan di Pacitan Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon

Ekonomi

Keluhan Nelayan Dipenuhi, Pengerukan Sedimentasi di Pelabuhan Tamperan Resmi Dimulai

badge-check


 Keluhan Nelayan Dipenuhi, Pengerukan Sedimentasi di Pelabuhan Tamperan Resmi Dimulai Perbesar

LENSA PACITAN — Setelah berbulan-bulan dikeluhkan para nelayan, proses pengerukan sedimentasi di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tamperan akhirnya resmi dimulai pada Senin (24/11/2025). Langkah ini menjadi jawaban atas aspirasi nelayan yang disampaikan langsung kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, beberapa waktu lalu.

Pantauan di lokasi menunjukkan dua alat berat ekskavator telah disiapkan, dan satu unit mulai bekerja di sisi selatan dermaga. Pengerukan difokuskan pada kawasan kolam labuh 1 yang kondisinya paling parah akibat penumpukan pasir dan batu.

“Ya, hari ini mulai dilakukan pengerukan sedimen berupa pasir dan batu di pelabuhan perikanan,” ujar Komandan Poskamladu Pacitan, Peltu Ator Subroto, saat ditemui di lokasi.

Menurut Ator, sedimentasi yang terjadi selama ini membuat banyak kapal kesulitan bermanuver, terutama saat air surut. Penumpukan material di dasar kolam menyebabkan kapal-kapal kerap terhambat, hingga beberapa di antaranya tidak bisa masuk ke dermaga.

“Kolam labuh ini sudah banyak sedimentasi, andem-andem kapal banyak menumpuk,” jelasnya.

Selain pengerukan sedimen, dua bangkai kapal yang telah bertahun-tahun tenggelam di area kolam labuh juga direncanakan akan diangkat. Keberadaan bangkai kapal tersebut dinilai mengganggu jalur keluar-masuk kapal dan membahayakan proses bongkar muat.

Dengan dimulainya pengerjaan ini, Ator berharap aktivitas perikanan di PPP Tamperan dapat kembali berjalan lancar. “Harapannya kapal besar bisa masuk ke dalam dermaga dan lebih tertata,” ujarnya.

Pengerukan ini diharapkan menjadi solusi atas persoalan klasik yang selama ini membelenggu nelayan Tamperan, sekaligus memperlancar distribusi hasil tangkapan di salah satu pelabuhan perikanan terbesar di Pacitan. (Not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon

17 Maret 2026 - 14:18 WIB

Kelangkaan LPG 3 Kg di Pacitan Berlanjut, Antrean Panjang Mengular di Pangkalan

17 Maret 2026 - 13:47 WIB

Harga LPG 3 Kg Melebihi HET, Pemkab Pacitan Tak Berani Intervensi

17 Maret 2026 - 13:20 WIB

20.121 Penerima Bansos Desil 5 Terancam Dihapus, Skema PKH-BPNT 2026 Berubah

29 Januari 2026 - 21:48 WIB

Menjelang Nataru Dan Dampak MBG Harga Telur di Pacitan Meroket Hingga Rp30 Ribu per Kilogram 

11 Desember 2025 - 14:38 WIB

Trending di Ekonomi