Menu

Mode Gelap
Pelaku Percobaan Pencurian di Arjosari Pukul Korban, Kabur ke Perbukitan Diduga Ngantuk, Avanza Tabrak Motor lalu Terjun ke Sungai di Arjosari Adik Tewas Kecelakaan Karena dikejar Polisi, Akad Nikah di Ruang Jenazah RSUD Pacitan. Polisi Jadi Korban, Pemuda 22 Tahun Tersangka Bentrok Rontek Gugah Sahur di Pacitan Dikejar Polisi, Pemuda Asal Brebes Tewas Kecelakaan di Pacitan Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon

Kebudayaan

Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke-279 Dirayakan Meriah di Desa Sukoharjo

badge-check


 Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke-279 Dirayakan Meriah di Desa Sukoharjo Perbesar

Pacitan – lensapacitan.com, Ratusan warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan, beriringan dari balai Desa Sukoharjo menuju Sumur Njero, dilanjutkan ke Makam Raden Tumenggung Notopuro, Bupati Pacitan pertama, menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke-279.

Desa Sukoharjo merupakan cikal bakal terbentuknya pemerintahan Kabupaten Pacitan dan dipimpin oleh Bupati pertama, yaitu Raden Tumenggung Notopuro.

“Ini merupakan peringatan yang ada di Desa Sukoharjo, karena di desa ini merupakan cikal bakal terbentuknya pemerintahan Kabupaten Pacitan. Dengan Bupati pertama yaitu Raden Tumenggung Notopuro,” kata Joko Dolog selaku juru kunci Sumur Njero, Minggu (18/2).

Parade yang menampilkan alat-alat tradisional seperti Jun sebanyak 14 buah dan kendi sebanyak 4 buah, berjalan dari balai Desa Sukoharjo menuju petilasan Sumur Njero, menjadi ciri khas setiap Hari Jadi Kabupaten Pacitan.

Setelah itu, parade yang diikuti masyarakat berjalan kaki menuju makam Bupati Pacitan pertama, Raden Tumenggung Notopuro, yang berada di Dusun Karang, Desa Kembang.

“Jadi, iring-iringan parade dan masyarakat membawa 14 Jun dan 4 kendi untuk dititipkan kepada saya sebagai juru kunci Sumur Njero. Dan nanti malam akan diisi Tirto Wening sekitar jam 12 malam,” kata Joko Dolog, Minggu (18/2).

“Kalau ke makam Raden Tumenggung Notopuro itu sudah menjadi kewajiban kami untuk ziarah. Karena beliau adalah orang yang harus kita hormati dan wajib kita doakan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Aminudin menjelaskan bahwa untuk puncak acara akan di gelar nanti malam yang akan di meriahkan dengan pagelaran wayang combo oleh dalang kondang Fajar Arianto dan prosesi pengambilan Tirtowening di Sumur Njero.

“Puncaknya nanti malam, jadi akan ada pagelaran wayang combo dan ada prosesi pengambilan Tirtowening di Sumur Njero,” pungkas Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keris Pusaka Presiden Prabowo Ramaikan Gelar Budaya Luwung Pacitan

4 Februari 2026 - 20:16 WIB

Hari Kedua Peringatan HUT RI ke-80 di Desa Gegeran Meriah, Camat Arjosari Apresiasi Kekompakan Warga

25 Agustus 2025 - 00:05 WIB

Festival Kenthong Aji 2025, Sudimoro Hidupkan Tradisi dan Ekonomi Rakyat

21 Agustus 2025 - 10:39 WIB

Festival Ronthek Pacitan 2025 Usai, Serap Anggaran Rp 410 Juta, Ini daftar Juaranya

8 Juli 2025 - 18:54 WIB

Pring Sedhapur’ Tulakan Usung Tema Gerhana Bulan, Sajikan Atraksi Sarat Nilai

8 Juli 2025 - 18:04 WIB

Trending di Kebudayaan