Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Ekonomi

Harga Cabai Kian Pedas, Nyaris 100 Ribu perkilo

badge-check

Harga Cabai Kian Pedas, Nyaris 100 Ribu perkilo Perbesar



PACITAN, lensapacitan.com – Kenaikan harga cabai menjadi isu yang ramai dikeluhkan masyarakat belakangan ini. Pasalnya harga cabai semakin pedas. Naik terus sejak beberapa pekan terakhir. Cabai rawit, misalnya. Saat ini tembus Rp 95 ribu per kilogram. Padahal, dua minggu yang lalu, harga cabai di Pacitan masih berkisar Rp 85 ribu per kilogram.” saat ini harganya terus naik,’’ kata Marmini, salah seorang pedagang di Pasar Minulyo, Pacitan, kemarin (24/11). 

Lebih lanjut, dia mengatakan hingga saat ini dirinya sulit mendapatkan stok cabai dari para produsen. Sehingga memilih tidak menjual cabai rawit lantaran untung yang didapat tidak sesuai dengan biaya pengiriman. Menurutnya, kenaikan cabai ini biasa terjadi menjelang akhir tahun.“jual cabai ora untung malah rugi (tidak menghasilkan untung malah rugi),” ujarnya.

Pedagang, Lanjut Marmini, hanya menjual cabai keriting dan cabai hijau yang harga jauh lebih miring. Jenis cabai ini masih dibanderol Rp 70 ribu per kilogram. Sementara cabai hijau Rp.40 ribu per kilogram.”dampaknya sepi, sejak tiga hari tidak jualan cabai rawit,” tuturnya.

Mahalnya harga cabai dikeluhkan pembeli, Siti Masruroh, mengaku terpaksa mengurangi jumlah pembelian cabai hingga separo dari biasanya.” dulu Rp 50 ribu dapat satu kilo lebih, sekarang setengah kilo. Mau mahal mau tidak tetap beli, sama- sama butuh kok,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Acep Suherman mengaku pemerintah daerah didapat mengintervensi harga cabai dipasaran. Pasalnya, Pacitan bukan daerah penghasilan cabai. “ karena cabai didatangkan dari luar Pacitan, harga dari produsen sudah mahal, “ tandasnya.  

Lonjakan harga ini, menurut dia, lantaran berkurangnya pasokan dari petani Tulungagung dan Magetan, yang mengalami gagal panen akibat cuaca. Namun begitu, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak panic buying dan membeli sewajarnya.“dari sana ( Tulungagung) harganya juga mahal ,”sebut Acep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Perkuat Rantai Pasok, CKB Logistics Kembangkan Fasilitas Logistik Terintegrasi di Surabaya

30 Sep 2026 - 18:07 WIB

Perkuat Rantai Pasok, CKB Logistics Kembangkan Fasilitas Logistik Terintegrasi di Surabaya

Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi

29 Jun 2026 - 18:56 WIB

Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi

Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah

29 Jun 2026 - 18:49 WIB

Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah

Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

26 Jun 2026 - 19:40 WIB

Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

Dua SPPG di Pacitan Masih Disuspend, Tunggu Verifikasi Pusat

26 Jun 2026 - 19:38 WIB

Dua SPPG di Pacitan Masih Disuspend, Tunggu Verifikasi Pusat
Trending di Ekonomi