Menu

Mode Gelap
Pelaku Percobaan Pencurian di Arjosari Pukul Korban, Kabur ke Perbukitan Diduga Ngantuk, Avanza Tabrak Motor lalu Terjun ke Sungai di Arjosari Adik Tewas Kecelakaan Karena dikejar Polisi, Akad Nikah di Ruang Jenazah RSUD Pacitan. Polisi Jadi Korban, Pemuda 22 Tahun Tersangka Bentrok Rontek Gugah Sahur di Pacitan Dikejar Polisi, Pemuda Asal Brebes Tewas Kecelakaan di Pacitan Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon

Ekonomi

Harga Cabai Kian Pedas, Nyaris 100 Ribu perkilo

badge-check



PACITAN, lensapacitan.com – Kenaikan harga cabai menjadi isu yang ramai dikeluhkan masyarakat belakangan ini. Pasalnya harga cabai semakin pedas. Naik terus sejak beberapa pekan terakhir. Cabai rawit, misalnya. Saat ini tembus Rp 95 ribu per kilogram. Padahal, dua minggu yang lalu, harga cabai di Pacitan masih berkisar Rp 85 ribu per kilogram.” saat ini harganya terus naik,’’ kata Marmini, salah seorang pedagang di Pasar Minulyo, Pacitan, kemarin (24/11). 

Lebih lanjut, dia mengatakan hingga saat ini dirinya sulit mendapatkan stok cabai dari para produsen. Sehingga memilih tidak menjual cabai rawit lantaran untung yang didapat tidak sesuai dengan biaya pengiriman. Menurutnya, kenaikan cabai ini biasa terjadi menjelang akhir tahun.“jual cabai ora untung malah rugi (tidak menghasilkan untung malah rugi),” ujarnya.

Pedagang, Lanjut Marmini, hanya menjual cabai keriting dan cabai hijau yang harga jauh lebih miring. Jenis cabai ini masih dibanderol Rp 70 ribu per kilogram. Sementara cabai hijau Rp.40 ribu per kilogram.”dampaknya sepi, sejak tiga hari tidak jualan cabai rawit,” tuturnya.

Mahalnya harga cabai dikeluhkan pembeli, Siti Masruroh, mengaku terpaksa mengurangi jumlah pembelian cabai hingga separo dari biasanya.” dulu Rp 50 ribu dapat satu kilo lebih, sekarang setengah kilo. Mau mahal mau tidak tetap beli, sama- sama butuh kok,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Acep Suherman mengaku pemerintah daerah didapat mengintervensi harga cabai dipasaran. Pasalnya, Pacitan bukan daerah penghasilan cabai. “ karena cabai didatangkan dari luar Pacitan, harga dari produsen sudah mahal, “ tandasnya.  

Lonjakan harga ini, menurut dia, lantaran berkurangnya pasokan dari petani Tulungagung dan Magetan, yang mengalami gagal panen akibat cuaca. Namun begitu, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak panic buying dan membeli sewajarnya.“dari sana ( Tulungagung) harganya juga mahal ,”sebut Acep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon

17 Maret 2026 - 14:18 WIB

Kelangkaan LPG 3 Kg di Pacitan Berlanjut, Antrean Panjang Mengular di Pangkalan

17 Maret 2026 - 13:47 WIB

Harga LPG 3 Kg Melebihi HET, Pemkab Pacitan Tak Berani Intervensi

17 Maret 2026 - 13:20 WIB

20.121 Penerima Bansos Desil 5 Terancam Dihapus, Skema PKH-BPNT 2026 Berubah

29 Januari 2026 - 21:48 WIB

Menjelang Nataru Dan Dampak MBG Harga Telur di Pacitan Meroket Hingga Rp30 Ribu per Kilogram 

11 Desember 2025 - 14:38 WIB

Trending di Ekonomi