Menu

Mode Gelap
Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram Dua SPPG di Pacitan Masih Disuspend, Tunggu Verifikasi Pusat

Ekonomi

Didemo Mahasiswa PMII, Ini Respons Kepala Dinas Perikanan Pacitan

badge-check


 Didemo Mahasiswa PMII, Ini Respons Kepala Dinas Perikanan Pacitan Perbesar

Pacitan – Lensa Pacitan, Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pacitan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan, Kamis (1/5/2025). Mereka menyoroti bobroknya sistem pengelolaan hasil perikanan yang dinilai hanya menguntungkan tengkulak dan pemodal besar, sementara nelayan kecil terus dibiarkan terpuruk.

Dalam aksi yang bertepatan dengan Hari Buruh tersebut, massa mahasiswa menggelar audiensi dengan pihak dinas untuk menyampaikan sederet persoalan akut yang selama ini membelit sektor perikanan. Ketua PMII Pacitan, Al Ahmadi, menegaskan bahwa sistem distribusi hasil tangkapan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) saat ini sangat eksploitatif dan tidak transparan.

“Nelayan terjerat hutang operasional kepada tengkulak, lalu dipaksa menjual hasil tangkapannya dengan harga yang sangat rendah. Sementara fungsi lelang di TPI hanya jadi formalitas, tak ada transparansi harga, tak ada keadilan distribusi,” tegasnya.

PMII juga menyoroti absennya fasilitas cold storage di berbagai TPI yang membuat nelayan terpaksa menjual ikan murah saat musim tangkap melimpah karena takut membusuk. Padahal, Pacitan adalah daerah dengan produksi ikan laut terbesar kedua di Jawa Timur.

“Ketika panen melimpah, tidak ada fasilitas penyimpanan. Ini bukti bahwa anggaran pemerintah belum menyentuh kebutuhan dasar nelayan,” tambahnya.

Ironisnya, kata PMII, banyak hasil laut Pacitan yang terbuang sia-sia karena tidak adanya unit pengolahan hasil perikanan di daerah. Nilai tambah justru dinikmati oleh pihak luar, sementara masyarakat lokal hanya menjadi penyedia bahan mentah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan, Bambang Marhaendrawan, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan dan masukan dari para mahasiswa.

Bambang menyebut pihaknya terus berupaya memperluas pasar, baik di dalam maupun luar daerah, untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan hasil laut.

“Dengan begitu, stabilitas harga bisa dipertahankan. Ini terus kami tingkatkan,”katanya.(not)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi

29 Juni 2026 - 18:56 WIB

Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah

29 Juni 2026 - 18:49 WIB

Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

26 Juni 2026 - 19:40 WIB

Dua SPPG di Pacitan Masih Disuspend, Tunggu Verifikasi Pusat

26 Juni 2026 - 19:38 WIB

Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon

17 Maret 2026 - 14:18 WIB

Trending di Ekonomi