LENSA PACITAN – Pendidikan kesetaraan menjadi salah satu solusi bagi masyarakat yang tidak dapat menyelesaikan pendidikan formal. Melalui program Kejar Paket A, B, dan C, warga yang putus sekolah tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan hingga memperoleh ijazah setara sekolah formal.
Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan terus mendorong optimalisasi program tersebut untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Paket C, yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperoleh ijazah setara sekolah menengah atas (SMA).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, menegaskan bahwa pendidikan kesetaraan memiliki kedudukan yang setara dengan pendidikan formal. Karena itu, masyarakat tidak perlu ragu untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur nonformal.
“Jadi pendidikan Paket C itu tidak lebih rendah dari SMA. Ijazah pendidikan kesetaraan dan ijazah pendidikan formal memiliki kedudukan yang setara,” katanya.
Menurut Khemal, pendidikan kesetaraan menjadi bagian penting dalam upaya memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat. Layanan tersebut dapat diakses melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) maupun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Data Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan mencatat, sebanyak 538 peserta didik lulus Paket C pada 2025. Jumlah tersebut terdiri atas 23 lulusan SKB Negeri dan 515 lulusan PKBM swasta.
Sementara itu, jumlah peserta didik pendidikan kesetaraan yang terdaftar melalui SKB dan PKBM pada tahun ajaran 2026/2027 mencapai 757 siswa. Data tersebut menunjukkan bahwa layanan pendidikan nonformal masih dibutuhkan masyarakat sebagai alternatif untuk menyelesaikan pendidikan.
Program Kejar Paket sendiri mencakup tiga jenjang pendidikan. Paket A setara dengan sekolah dasar (SD), Paket B setara sekolah menengah pertama (SMP), sedangkan Paket C setara sekolah menengah atas (SMA).
“Ini menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan. Mereka yang sebelumnya putus sekolah tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan,” jelas mantan Camat Sudimoro tersebut.
Khemal menambahkan, peserta didik yang menempuh pendidikan melalui PKBM juga memiliki peluang untuk berkembang dan bersaing dengan lulusan pendidikan formal. Selain memperoleh pengetahuan akademik, mereka juga dapat mengembangkan karakter dan keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja.
“Peserta didik jebolan PKBM juga bisa bersaing di dunia kerja,” pungkasnya. (Not)






