LENSA PACITAN – Salah satu pusaka keris milik Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto turut dipamerkan dalam ajang Gelar Budaya Luwung Pacitan yang digelar di Gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Pacitan, Rabu (4/2/2026). Kehadiran keris milik orang nomor satu di Indonesia itu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung pameran.
Staf Khusus Menteri Kebudayaan RI Bidang Sejarah dan Perlindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono, mengatakan bahwa dalam setiap kegiatan perkerisan, salah satu koleksi keris Presiden Prabowo kerap dihadirkan untuk kepentingan edukasi dan pelestarian budaya.
“Kebetulan yang kami bawa hari ini adalah keris Presiden Prabowo bergaya Bali, yang dibuat pada era Kerajaan Buleleng di Bali Utara,” ujar Basuki.
Ia menjelaskan, keris tersebut sebelumnya sempat dihibahkan dan disimpan di Fadli Zon Library, milik Menteri Kebudayaan RI. Selain keris Presiden Prabowo, pameran ini juga menampilkan keris koleksi pribadi Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Basuki menegaskan, pameran keris bukan sekadar menampilkan benda pusaka, melainkan sebagai sarana edukasi budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Di Kementerian Kebudayaan, ini menjadi bagian dari tugas dan fungsi kami. Kami berkomitmen melestarikan warisan budaya sesuai amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan agar seluruh sektor kebudayaan dapat ditata dan dikelola dengan baik,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengaku bangga atas kehadiran keris milik Presiden Prabowo dalam Gelar Budaya Luwung Pacitan. Menurutnya, tidak mudah menghadirkan pusaka milik kepala negara ke daerah.
“Luar biasa sekali, karena meminjam keris itu tidak mudah. Beliau rela meminjamkan untuk dipamerkan di Pacitan. Ini tentu sangat istimewa,” kata Indrata.
Ia berharap, kehadiran keris Presiden Prabowo dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap pelestarian budaya serta memperkuat nilai historis kegiatan Gelar Budaya Luwung Pacitan.
Dalam kegiatan tersebut, turut dipamerkan sekitar 80 tosan aji yang berasal dari koleksi para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pemerintah kecamatan se-Kabupaten Pacitan.
Selain pameran keris, Gelar Budaya Luwung Pacitan juga diramaikan dengan pameran batu mulia endemik Pacitan (Majang Akik), pameran seni rupa, serta bazar buku.
Gelar Budaya Luwung Pacitan digelar selama empat hari, mulai 4 hingga 6 Februari 2026, dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-82 Kabupaten Pacitan. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang edukasi dan apresiasi budaya sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi. (Not)





















