Menu

Mode Gelap
Razia Ramadan, Petugas Gabungan Periksa Enam Rumah Kos di Pacitan. ditemukan 4 penghuni tak Ber KTP Distribusi LPG Diklaim Aman, Warga Pacitan Tetap Kesulitan Dapat Gas Melon Pemkab Pacitan Luncurkan Program Sekolah Sak Ngajine, Integrasikan Madrasah Diniyah ke Sekolah Formal Lima Hari Hilang, Pemuda Pacitan Ditemukan Meninggal di Tepi Sungai Grindulu Inspektorat Pacitan Panggil Perangkat Desa, Evaluasi Pengelolaan Keuangan Tahun 2025 Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Tepi Sungai Grindulu Pacitan

Ekonomi

PKK dan TPID Pacitan Kendalikan Inflasi Lewat Gerakan Tanam Sayur dan Olah Hasil Perikanan

badge-check


 PKK dan TPID Pacitan Kendalikan Inflasi Lewat Gerakan Tanam Sayur dan Olah Hasil Perikanan Perbesar

PACITAN – (Lensa Pacitan)Upaya pengendalian inflasi di Kabupaten Pacitan terus digencarkan melalui pendekatan berbasis masyarakat desa. Salah satu strategi yang dijalankan adalah pemanfaatan lahan pekarangan untuk ditanami sayuran dan cabai, yang diinisiasi oleh Tim Penggerak PKK bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Gerakan ini secara resmi diluncurkan di Desa Sedayu, Kecamatan Arjosari, Rabu (16/7/2025), oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pacitan, Efi Suraningsih. Ia menegaskan bahwa gerakan tanam cabai bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendukung langkah pengendalian inflasi daerah.

“Gerakan ini menjadi langkah awal mengubah pola pikir masyarakat, bahwa dari desa dan pekarangan rumah pun bisa berkontribusi besar bagi ketahanan pangan dan ekonomi keluarga,” kata Efi.

Ia mengajak seluruh ibu rumah tangga untuk mulai menanam tanaman produktif di pekarangan rumah, pot, atau lahan kosong yang tersedia. Menurutnya, program ini sejalan dengan salah satu program prioritas PKK, yakni pemanfaatan lahan pekarangan guna meningkatkan ketahanan dan pendapatan keluarga.

Camat Arjosari, Didik Darmawan, turut mendukung program tersebut. Ia menyebut bahwa ketersediaan pasokan pangan dari wilayah sendiri menjadi kunci dalam menjaga kestabilan harga, khususnya saat terjadi lonjakan permintaan.

“Melalui gerakan tanam sayur dan cabai ini, masyarakat bisa ikut berperan dalam menjaga pasokan pangan lokal. Dengan begitu, kita tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah saat kebutuhan meningkat,” jelas Didik.

Program ini merupakan sinergi antara Tim Penggerak PKK, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan. Selain gerakan tanam sayur, kegiatan ini juga mendorong pemanfaatan hasil perikanan sebagai sumber pangan bergizi dan alternatif penguatan ekonomi keluarga. (Not)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

20.121 Penerima Bansos Desil 5 Terancam Dihapus, Skema PKH-BPNT 2026 Berubah

29 Januari 2026 - 21:48 WIB

Menjelang Nataru Dan Dampak MBG Harga Telur di Pacitan Meroket Hingga Rp30 Ribu per Kilogram 

11 Desember 2025 - 14:38 WIB

Harga Cabai di Pacitan Melejit Dua Kali Lipat, Pedagang dan Warga Menjerit

3 Desember 2025 - 19:31 WIB

25 Ribu Warga Pacitan Dicoret dari BLTS Kesra, Verifikasi Dilakukan di Tingkat Desa

30 November 2025 - 15:14 WIB

Program MBG Buka Lapangan Kerja, Warga Pacitan Kini Punya Pekerjaan Tetap

27 November 2025 - 21:23 WIB

Trending di Ekonomi