Menu

Mode Gelap
Bhayangkara SKP Pacitan Juara Kejuaraan Bola Voli U-17 Antar Klub 2026 Peringati HLUN dan Bulan E-TIBI Plus, Pemkab Pacitan Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TBC Warga Wonoanti Resah, Pencurian Porang dan Ayam Kampung Marak Terjadi Ratusan Pramuka Penggalang Meriahkan FBGC ke-14 Tingkat Kabupaten Pacitan OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka BLT DBHCHT Pacitan Dipastikan Tepat Sasaran, Buruh Tani Tembakau Jadi Prioritas

Ekonomi

Cuaca Buruk Melanda Perairan Selatan Jawa, Nelayan Pacitan Berhenti Melaut

badge-check


 Sejumlah Kapal Nelayan Bersandar di Dermaga (foto: Trinoto) Perbesar

Sejumlah Kapal Nelayan Bersandar di Dermaga (foto: Trinoto)

Pacitan, Lensa Pacitan – Cuaca buruk yang melanda perairan selatan Jawa selama sepekan terakhir memaksa ratusan nelayan di Pacitan menghentikan aktivitas melaut. Tingginya gelombang mencapai 5 meter di beberapa wilayah pesisir, termasuk Pelabuhan Tamperan di Kelurahan Sidoharjo, membuat kapal-kapal nelayan terparkir di dermaga.

Pramono, seorang nelayan asal Cilacap, mengungkapkan bahwa ia telah empat hari tidak melaut akibat tingginya gelombang di tengah laut yang mencapai 4-5 meter sejak Rabu lalu. “Gelombang besar sangat berbahaya bagi kapal kecil seperti jukung. Kami memilih menunggu cuaca membaik,” ujar Pramono Kepada Lensa Pacitan.

Kondisi serupa juga dialami puluhan kapal slerek asal Cilacap yang memilih lego jangkar di Teluk Pacitan, di luar area Pelabuhan Perikanan Pantai Tamperan. Bripka Rudi Dwi Paryanto, anggota Pos Keamanan Laut Terpadu (Kamladu), meminta masyarakat tetap waspada terhadap ancaman cuaca buruk yang masih berpotensi terjadi.

“Gelombang tinggi ini sangat berisiko, terutama bagi aktivitas pelayaran dan nelayan. Kami mengimbau warga pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan,” kata Bripka Rudi.

Cuaca buruk ini tidak hanya berdampak pada nelayan, tetapi juga mempengaruhi pasokan ikan di pasar-pasar lokal. Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tamperan pun nyaris terhenti karena sebagian besar nelayan memilih tidak melaut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi gelombang tinggi masih akan terjadi beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan menghindari aktivitas di sekitar pesisir selama kondisi cuaca belum stabil. (not)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon

17 Maret 2026 - 14:18 WIB

Kelangkaan LPG 3 Kg di Pacitan Berlanjut, Antrean Panjang Mengular di Pangkalan

17 Maret 2026 - 13:47 WIB

Harga LPG 3 Kg Melebihi HET, Pemkab Pacitan Tak Berani Intervensi

17 Maret 2026 - 13:20 WIB

20.121 Penerima Bansos Desil 5 Terancam Dihapus, Skema PKH-BPNT 2026 Berubah

29 Januari 2026 - 21:48 WIB

Menjelang Nataru Dan Dampak MBG Harga Telur di Pacitan Meroket Hingga Rp30 Ribu per Kilogram 

11 Desember 2025 - 14:38 WIB

Trending di Ekonomi