Menu

Mode Gelap
Pelaku Percobaan Pencurian di Arjosari Pukul Korban, Kabur ke Perbukitan Diduga Ngantuk, Avanza Tabrak Motor lalu Terjun ke Sungai di Arjosari Adik Tewas Kecelakaan Karena dikejar Polisi, Akad Nikah di Ruang Jenazah RSUD Pacitan. Polisi Jadi Korban, Pemuda 22 Tahun Tersangka Bentrok Rontek Gugah Sahur di Pacitan Dikejar Polisi, Pemuda Asal Brebes Tewas Kecelakaan di Pacitan Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon

Pertanian

Tekan Inflasi, Pemkab Pacitan Ajak Masyarakat Tanam Cabai

badge-check


 Tekan Inflasi, Pemkab Pacitan Ajak Masyarakat Tanam Cabai Perbesar

Pacitan – Pemerintah Kabupaten Pacitan resmi mencanangkan gerakan penanaman cabai serentak di Desa Nawangan, Kecamatan Nawangan, sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah.

 

Program ini dipimpin langsung oleh Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Pacitan, Budi Sarwoto, dengan target penanaman 12 ribu bibit cabai di lahan petani yang tersebar di 12 kecamatan.

 

Budi menyampaikan bahwa cabai merupakan salah satu komoditas pokok yang harganya rentan terhadap fluktuasi. “Melalui gerakan ini, kami berharap pasokan serta harga cabai dapat stabil, sehingga inflasi bisa dikendalikan dan daya beli masyarakat meningkat,” ungkapnya pada Kamis (14/11/2024).

 

Penanaman cabai ini menggunakan varietas unggul cabai rawit Dewata, yang dinilai lebih produktif, tahan hama, serta memiliki masa panen hingga 6-8 bulan. Kelompok Tani Setia Karya di Dusun Sidoarjo, Desa Nawangan, turut berperan sebagai pelaksana di lapangan, dengan menanam 1.000 bibit cabai di lahan seluas dua hektar.

 

Abdul Somat, anggota Kelompok Tani Setia Karya, menyampaikan bahwa varietas cabai Dewata memiliki banyak keunggulan yang diharapkan dapat mendongkrak produktivitas petani.

 

“Cabai Dewata lebih tahan terhadap serangan hama dan lebih produktif dibandingkan varietas yang biasa kami tanam. Dari segi ukuran hampir sama dengan cabai rawit biasa, tetapi daya tahan dan jumlah hasil panennya lebih besar,” ujar Abdul.

 

Ia menambahkan, dengan masa panen yang bisa mencapai hingga 8 bulan, para petani memiliki peluang untuk memperoleh pendapatan yang lebih stabil.

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pacitan, Sugeng Santoso, menjelaskan bahwa program ini adalah langkah konkret pemerintah untuk mengantisipasi lonjakan harga cabai yang kerap membebani masyarakat. “Ketika harga cabai naik, masyarakat merasa terbebani, sementara jika harga turun, petani yang merugi,” ujarnya.

 

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah menyiapkan strategi pengendalian harga melalui kerja sama antar daerah. Contohnya, saat harga cabai di Pacitan tinggi, pasokan akan didatangkan dari daerah lain seperti Magelang dengan harga stabil.

 

Selain itu, pemerintah mendorong penanaman cabai di lingkungan kantor pemerintahan dan sekolah-sekolah guna mendukung ketahanan pangan lokal. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Kominfo, serta camat se-Kabupaten Pacitan, yang bersama-sama menyatakan komitmen untuk menjaga keberlanjutan program ini.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kelompok Tani Pacitan Terima Bantuan Alsintan dari Kementan, DPRD Ingatkan Tak Disalahgunakan

8 Februari 2026 - 17:26 WIB

252 Bonsai Ramaikan Kontes HUT Pacitan ke-281, Harga Ada yang Tembus Rp 50 Juta

6 Februari 2026 - 13:36 WIB

Bendungan Tukul Jadi Penopang Kehidupan Warga Arjosari, Atasi Kekeringan dan Banjir

16 Desember 2025 - 14:03 WIB

Budiman Sudjatmiko Tanam Padi Bersama Petani Pacitan, Serahkan Bantuan Benih

20 November 2024 - 11:36 WIB

Musim Penghujan Bawa Berkah bagi Penjual Bibit Pertanian di Desa Pelem, Pacitan

28 Oktober 2024 - 07:23 WIB

Trending di Pertanian