Menu

Mode Gelap
Wisata Sungai Maron Kian Hijau, PLN Nusantara Power Hadirkan Energi Bersih dan Pemberdayaan Warga Setelah Bertahun-tahun Dipasung, Karmin Pacitan Akhirnya Dapat Rehabilitasi Pacitan Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Desa Klesem Kasus Mbah Tarman Masih di Tahap Penyidikan, Berkas Belum P21 Pembangunan Sekolah Rakyat Pacitan Dimulai, Target Rampung Agustus 2026 Sepanjang 2025, BPBD Pacitan Catat 1.135 Kejadian Gempa di Pacitan

Ekonomi

Miniatur Truk Dari Bahan Bekas, Laku ke Berbagai Daerah

badge-check

KEBONAGUNG – lensapacitan.com, Dengan telaten, Mujiono 60
tahun, Warga Dusun Gawang Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung membuat kerajinan
diantaranya, miniatur truk dan mainan edukasi untuk anak taman kanak-kanak.

Pria yang juga berprofesi sebagai supranatural ini mulai
usaha sejak 2016, dan memiliki keahlian dalam membuat berbagai macam kerajinan.
Kepiawaiannya itu bermula ketika Mbah Semar sapaan akrabnya melihat video dari youtube. Dan mulai membuat miniatur truk
dari kayu dan tripek bekas bangunan rumahnya.

“saya awalnya coba-coba membuat  dan saya pajang dirumah serta posting di  sosial media ternyata banyak yang tertarik
untuk dibuatkan,” kata Mujiono saat ditemui (20/08/2022).

Disela-sela waktu luang melayani pasien pijat, Mbah semar
dibantu oleh istrinya membuat berbagai kerajinan. Butuh ketelatenan untuk
membuat miniature truk. Mula-mula bahan triplek dan kayu bekas dipotong sesuai
ukuran yang diinginkan. Dan membuat pola kepala truk, bodi hingga bak truk.
Proses tersebut ia lakukan secara manual. Setelah itu satu-persatu komponen itu
dicat baru kemudian dirakit.

“Proses terakhir yaitu mengecat ,setelah cat dasar kering
kemudian dicat lagi untuk menyesuaikan warna yang diinginkan,” jelasnya.

Karya buatannya ini 
ternyata tak hanya diminati oleh warga local Pacitan saja, pembeli dari
berbagai daerah seperti Solo, Jogjakarta dan Surabaya pun pernah membeli
kerajinan buatannya, lantaran ia rajin mengunggahnya ke media sosial.

Sedangkan harganya tergantung dari
besar kecilnya miniature, mulai dari harga Rp 50 ribu hingga satu juta rupiah.
(PKL/ Ferdina Wahyuningtyas)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menjelang Nataru Dan Dampak MBG Harga Telur di Pacitan Meroket Hingga Rp30 Ribu per Kilogram 

11 Desember 2025 - 14:38 WIB

Harga Cabai di Pacitan Melejit Dua Kali Lipat, Pedagang dan Warga Menjerit

3 Desember 2025 - 19:31 WIB

25 Ribu Warga Pacitan Dicoret dari BLTS Kesra, Verifikasi Dilakukan di Tingkat Desa

30 November 2025 - 15:14 WIB

Program MBG Buka Lapangan Kerja, Warga Pacitan Kini Punya Pekerjaan Tetap

27 November 2025 - 21:23 WIB

Keluhan Nelayan Dipenuhi, Pengerukan Sedimentasi di Pelabuhan Tamperan Resmi Dimulai

24 November 2025 - 19:48 WIB

Trending di Ekonomi