Menu

Mode Gelap
Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram Dua SPPG di Pacitan Masih Disuspend, Tunggu Verifikasi Pusat 21 Hari Tanpa Hujan, Kekeringan Pacitan Berstatus Waspada.  Bhayangkara SKP Pacitan Juara Kejuaraan Bola Voli U-17 Antar Klub 2026 Peringati HLUN dan Bulan E-TIBI Plus, Pemkab Pacitan Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TBC

Ekonomi

Miniatur Truk Dari Bahan Bekas, Laku ke Berbagai Daerah

badge-check

KEBONAGUNG – lensapacitan.com, Dengan telaten, Mujiono 60
tahun, Warga Dusun Gawang Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung membuat kerajinan
diantaranya, miniatur truk dan mainan edukasi untuk anak taman kanak-kanak.

Pria yang juga berprofesi sebagai supranatural ini mulai
usaha sejak 2016, dan memiliki keahlian dalam membuat berbagai macam kerajinan.
Kepiawaiannya itu bermula ketika Mbah Semar sapaan akrabnya melihat video dari youtube. Dan mulai membuat miniatur truk
dari kayu dan tripek bekas bangunan rumahnya.

“saya awalnya coba-coba membuat  dan saya pajang dirumah serta posting di  sosial media ternyata banyak yang tertarik
untuk dibuatkan,” kata Mujiono saat ditemui (20/08/2022).

Disela-sela waktu luang melayani pasien pijat, Mbah semar
dibantu oleh istrinya membuat berbagai kerajinan. Butuh ketelatenan untuk
membuat miniature truk. Mula-mula bahan triplek dan kayu bekas dipotong sesuai
ukuran yang diinginkan. Dan membuat pola kepala truk, bodi hingga bak truk.
Proses tersebut ia lakukan secara manual. Setelah itu satu-persatu komponen itu
dicat baru kemudian dirakit.

“Proses terakhir yaitu mengecat ,setelah cat dasar kering
kemudian dicat lagi untuk menyesuaikan warna yang diinginkan,” jelasnya.

Karya buatannya ini 
ternyata tak hanya diminati oleh warga local Pacitan saja, pembeli dari
berbagai daerah seperti Solo, Jogjakarta dan Surabaya pun pernah membeli
kerajinan buatannya, lantaran ia rajin mengunggahnya ke media sosial.

Sedangkan harganya tergantung dari
besar kecilnya miniature, mulai dari harga Rp 50 ribu hingga satu juta rupiah.
(PKL/ Ferdina Wahyuningtyas)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

26 Juni 2026 - 19:40 WIB

Dua SPPG di Pacitan Masih Disuspend, Tunggu Verifikasi Pusat

26 Juni 2026 - 19:38 WIB

Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon

17 Maret 2026 - 14:18 WIB

Kelangkaan LPG 3 Kg di Pacitan Berlanjut, Antrean Panjang Mengular di Pangkalan

17 Maret 2026 - 13:47 WIB

Harga LPG 3 Kg Melebihi HET, Pemkab Pacitan Tak Berani Intervensi

17 Maret 2026 - 13:20 WIB

Trending di Ekonomi