Menu

Mode Gelap
Tulang Kerangka Manusia Ditemukan di Gunung Jinem, Diduga Warga yang Hilang 5 Bulan Lalu Pemkab Pacitan Terapkan Labelisasi Rumah Penerima Bansos, Ini Tujuannya Hujan Deras dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Hambat Lalu Lintas Pacitan–Ponorogo Kasus Korupsi Dana Desa di Pacitan Mengemuka, Polres Pacitan Akan Buka Bukaan Di Februari 2026 Gudang Serbuk Kayu di Pabrik Kayu Lapis Donorojo Pacitan Terbakar Fokus Lihat Google Maps, Kofifah Tabrak Innova di Perempatan Plelen Pacitan

Ekonomi

Harga Kebutuhan Pokok di Pacitan Merangkak Naik, Pedagang Pasar Minulyo Keluhkan Stok Menipis

badge-check


 Harga Kebutuhan Pokok di Pacitan Merangkak Naik, Pedagang Pasar Minulyo Keluhkan Stok Menipis Perbesar

LENSA PACITAN – Sejumlah harga kebutuhan pokok di Pasar Minulyo, Kelurahan Baleharjo, kembali bergerak naik dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan terjadi pada berbagai komoditas penting, mulai telur ayam, bumbu dapur, hingga sayur-mayur. Kondisi ini membuat pedagang semakin kesulitan menjaga ketersediaan barang dan margin keuntungan.

Pantauan di lapak-lapak pedagang, harga telur ayam yang sebelumnya bertahan di kisaran Rp26 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp28 ribu. Komoditas bumbu dapur juga tidak kalah melonjak. Harga bawang merah merayap dari Rp35 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram, sedangkan cabai merah besar naik cukup tajam dari Rp40 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.

Untuk cabai rawit, sempat menyentuh Rp49 ribu, tetapi beberapa hari terakhir kembali turun ke level Rp35 ribu per kilogram.

Salah satu pedagang, Bu Warsito, mengaku fluktuasi harga belakangan ini jauh lebih sering terjadi. Ia menilai adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut berdampak pada meningkatnya permintaan sejumlah bahan pokok.

“Harganya itu naik turun, sehingga pedagang tidak berani stok banyak,” keluhnya.

Bukan hanya harga yang menjadi masalah, stok barang juga mulai menipis. Bu Warsito menyebut kini pedagang harus saling berbagi saat kulakan di tingkat pemasok.

“Barangnya enggak ada. Stok jualan saya berkurang sekitar 20 persen,” ujarnya.

Sejumlah pedagang lain menduga cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir turut memperparah keadaan. Hujan yang mulai rutin turun membuat petani kesulitan panen, sementara pasokan dari luar daerah juga berkurang.

Di tengah ketidakpastian harga dan terbatasnya pasokan, para pedagang berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat melakukan langkah stabilisasi, agar kebutuhan pokok tetap terjangkau dan aktivitas pasar tetap berjalan lancar.(Not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menjelang Nataru Dan Dampak MBG Harga Telur di Pacitan Meroket Hingga Rp30 Ribu per Kilogram 

11 Desember 2025 - 14:38 WIB

Harga Cabai di Pacitan Melejit Dua Kali Lipat, Pedagang dan Warga Menjerit

3 Desember 2025 - 19:31 WIB

25 Ribu Warga Pacitan Dicoret dari BLTS Kesra, Verifikasi Dilakukan di Tingkat Desa

30 November 2025 - 15:14 WIB

Program MBG Buka Lapangan Kerja, Warga Pacitan Kini Punya Pekerjaan Tetap

27 November 2025 - 21:23 WIB

Keluhan Nelayan Dipenuhi, Pengerukan Sedimentasi di Pelabuhan Tamperan Resmi Dimulai

24 November 2025 - 19:48 WIB

Trending di Ekonomi