Pacitan– Destinasi wisata Sungai Maron, Kecamatan Pringkuku, Pacitan, kini melangkah menuju konsep wisata hijau berkelanjutan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkit (UP) Pacitan meresmikan serangkaian inovasi berbasis energi bersih yang tidak hanya mempercantik kawasan wisata, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat lokal.
Peresmian program tersebut dihadiri Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, unsur Forkopimda, jajaran PLN Nusantara Power, pemerintah kecamatan dan desa, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), serta pelaku UMKM yang selama ini menjadi penggerak ekonomi di kawasan Sungai Maron.
Senior Manager PLN Nusantara Power UP Pacitan, Munif, menuturkan bahwa keterlibatan perusahaan di Sungai Maron telah dimulai sejak 2022. Sejak awal, pendekatan yang diambil bukan sekadar pembangunan sarana, melainkan mendorong kemandirian masyarakat dalam mengelola potensi wisata.
“Wisata Sungai Maron ini kami bangun bersama masyarakat. Bukan hanya soal infrastruktur, tetapi bagaimana Pokdarwis memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola wisata secara berkelanjutan,” ujarnya
Salah satu terobosan utama yang dikembangkan adalah penggunaan mesin perahu listrik ramah lingkungan atau dikenal sebagai Mesin Cakra. Inovasi ini menjadi langkah konkret mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, sekaligus menekan polusi di kawasan wisata air tersebut.
Munif menjelaskan, proses pengembangan perahu listrik dilakukan melalui riset dan uji coba yang melibatkan masyarakat. Hasilnya, anggota Pokdarwis kini telah memahami aspek teknis pengoperasian, mulai dari perhitungan daya baterai, jarak tempuh, hingga sistem pengisian dan perawatan.
“Sekarang mereka tidak hanya sebagai pengguna, tapi sudah menguasai ilmunya. Bahkan Sungai Maron siap menjadi tempat belajar bagi daerah lain yang ingin mengembangkan perahu listrik,” katanya.
Selain perahu listrik, PLN Nusantara Power juga menyalurkan bantuan berupa paving jalan berbahan FABA, pembangunan tempat pengelolaan sampah terpadu, pemasangan panel surya sebagai sumber energi terbarukan, hingga sistem peringatan dini banjir atau Early Warning System (EWS) sebagai upaya mitigasi bencana.
Munif menegaskan, peresmian ini menjadi penanda dimulainya fase keberlanjutan program. Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus dipelihara demi memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.
Apresiasi atas program tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji. Menurutnya, CSR PLN Nusantara Power di Sungai Maron menjadi contoh nyata bagaimana dunia usaha dapat berkontribusi pada pembangunan daerah secara terencana dan berdampak luas.
“Semua programnya terlihat matang dan menjawab kebutuhan masyarakat. Yang terpenting, warga menerima dan merasakan manfaatnya. Ini tentu membanggakan,” ungkap Bupati.
Ia menambahkan, keberhasilan Sungai Maron berpotensi menjadi referensi bagi pengembangan destinasi wisata lain di Pacitan. Bahkan, kemampuan masyarakat setempat dalam memproduksi dan melayani kebutuhan mesin perahu listrik dinilai sebagai nilai tambah yang jarang dimiliki destinasi wisata sejenis.
“Sungai Maron sudah melangkah lebih maju. Harapannya, ini bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi wisata lain di Pacitan agar terus berkembang dengan konsep yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” pungkasnya. (tri)





















