Menu

Mode Gelap
Data Dibobol, Hidup Hancur, Jangan Terjebak Pinjaman Online Ilegal Safari Ramadhan di PLN Nusantara Power UP Pacitan, Dirut Tekankan Keandalan dan Integritas Kerja Kecelakaan Maut di JLS Pacitan, Pemotor Terseret 30 Meter Rumah Terapi TANDA CINTA Resmi Hadir di Pacitan, Layanan Gratis bagi Anak Disabilitas Anggota Polisi di Pacitan Peringati HPN 2026 dengan Aksi Sosial Bersama Wartawan Peringati Hari Pers Nasional 2026, Wartawan Pacitan Gelar Aksi Bersih Pantai Pancer Dorr

Ekonomi

Penurunan Kemiskinan Pacitan Signifikan, Pemkab Optimis Tekan Angka Kemiskinan Lebih Rendah

badge-check


 Penurunan Kemiskinan Pacitan Signifikan, Pemkab Optimis Tekan Angka Kemiskinan Lebih Rendah Perbesar

PACITAN – Upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Pacitan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Pacitan, angka kemiskinan di kota berjuluk “Kota 1001 Goa” ini mengalami penurunan cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut laporan BPS yang dirilis pada Senin (5/8/2024), tingkat kemiskinan di Pacitan turun 0,57 persen poin dari 13,65 persen pada Maret 2023 menjadi 13,08 persen pada Agustus 2024. Jumlah penduduk miskin berkurang dari 76.200 jiwa pada 2023 menjadi 73.030 jiwa, atau turun sebanyak 3.170 jiwa.

Data menunjukkan tren positif dalam tiga tahun terakhir, di mana jumlah penduduk miskin berkurang sebanyak 11.160 jiwa sejak 2021, ketika angka kemiskinan tercatat sebanyak 84.190 jiwa. Rata-rata penurunan tahunan mencapai 3.720 jiwa, lebih dari dua kali lipat dibandingkan penurunan rata-rata tahunan di periode pemerintahan sebelumnya yang sebesar 1.459 jiwa.

Kepala BPS Pacitan, Wisma Eka Nurcahyanti, menyebut penurunan angka kemiskinan ini didukung oleh pemulihan ekonomi pasca pandemi, terutama di sektor riil. Pertumbuhan ekonomi Pacitan tercatat mencapai 4,46 persen, diikuti dengan peningkatan konsumsi rumah tangga sebesar 4,53 persen pada 2023.

Selain itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga menunjukkan perbaikan dengan penurunan dari 3,65 persen pada 2022 menjadi 1,83 persen pada 2023. Indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan keparahan kemiskinan (P2) juga menunjukkan penurunan, mengindikasikan perbaikan kualitas hidup masyarakat miskin.

Wisma menjelaskan bahwa BPS menggunakan pendekatan kebutuhan dasar untuk menentukan garis kemiskinan (GK), yang mencakup kebutuhan makanan, sandang, papan, serta kebutuhan non-makanan seperti listrik. GK di Pacitan ditetapkan sebesar Rp 370.643 per bulan per jiwa.

Wisma berharap Pemkab Pacitan terus mempertahankan tren positif ini melalui program yang tepat sasaran, terutama bantuan sosial dari pemerintah pusat dan daerah. Program bantuan sembako dan bansos pangan terbukti membantu masyarakat miskin mempertahankan daya beli mereka.

“Program-program bantuan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat miskin menjadi salah satu kunci menurunkan angka kemiskinan ini,” tutupnya.*

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

20.121 Penerima Bansos Desil 5 Terancam Dihapus, Skema PKH-BPNT 2026 Berubah

29 Januari 2026 - 21:48 WIB

Menjelang Nataru Dan Dampak MBG Harga Telur di Pacitan Meroket Hingga Rp30 Ribu per Kilogram 

11 Desember 2025 - 14:38 WIB

Harga Cabai di Pacitan Melejit Dua Kali Lipat, Pedagang dan Warga Menjerit

3 Desember 2025 - 19:31 WIB

25 Ribu Warga Pacitan Dicoret dari BLTS Kesra, Verifikasi Dilakukan di Tingkat Desa

30 November 2025 - 15:14 WIB

Program MBG Buka Lapangan Kerja, Warga Pacitan Kini Punya Pekerjaan Tetap

27 November 2025 - 21:23 WIB

Trending di Ekonomi